DUKA

Thursday, June 11, 2020

Bismillahirrahmanirrahim...

Assalamualaikum. Hello 😊


Ilham menjelma setelah sekian lama
Mencurah-curah
Aksara pada papan kekunci ini ku ketuk laju
Menzahirkan bicara tanpa suara
Mengurai satu-persatu keserabutan
Sedikit demi sedikit tampak jelas teratur letak duduk segala kesulitan
Ini satu, itu satu

Rasa terbelenggu
Emosi terganggu
Lalu tak semena-mena mataku berkaca
Dada berombak menahan sebak
Tumpah juga air jernih yang tadi sekadar di tubir mata
Hangat
Penat

Maka benarlah
Selama mana hendak disimpan
Dipendam, makan dalam
Akhirnya meletus jua

Luaran terlihat biasa
Bertopengkan ‘ceria’ dengan hilai tawa
Hakikatnya ‘derita’ dengan berjuta cerita luka
Tak terluah
Tak pula ditanya
Tentang apa, siapa, bagaimana?


Wajah sugul, sembap
Tapi masih mampu mengukir secangkir senyuman
Kelat
Sendirian mengumpul sisa kekuatan

Mata yang berat dipejam rapat
Nafas dihela sedalamnya, kemudian dihembus perlahan
Cuba memujuk diri nan lara
Tenanglah, istirahatlah wahai jiwa yang lelah


Lega
Meski sementara cuma

Tak apalah
Dengan harapan lambat laun duka ini mungkin kan terubat


Duka ini harus pergi,
Fairuz Aqilah

  • Share:

You Might Also Like

4 comments

  1. Mungkin ku rasa apa kau rasa,
    atau ianya nyata berbeza,
    aku juga berduka lara,
    tak siapa tahu,
    hanya Tuhan yang Esa,

    jangan ikutkan kata hati,
    walau diri rasa sepi,
    walau diri rasa sunyi,
    Tuhan ada disisi.

    💖

    ReplyDelete
  2. sometimes we all wish that it was easy to let things go and ease the pain away but we forgot that this is all to make us stronger. even though it hurts.

    ReplyDelete
  3. seringkali perasaan sedih dan hiba membuat kita lebih cekap menulis , aku suspek mungkin dalam spektrum kesedihan tu menjana lebih connection antara jasad dan roh, mengait emosi dan suara dalam hati

    ReplyDelete

No harsh words please. Jazakumullah khairan katsiran! ♥